Jumat, 06 Maret 2009

ketika sudah tiada kekuatan lagi


Tiada pernah aku menjelma dalam sebuah apapun.
Tak juga menjadi orang laen dalamm perjalanan masaku.
Aku adalah diriku sendiri.
Penuh beban berat, tiada seorang matapun menatap tangisku.
Lakaran kehidupan yang telah kupilih adalah duri bagiku.

Ketika sudah tidak ada yang bisa dituliskan.
Ketika sejarah sudah tidak dapat diceritakan dengan kata-kata.
Maka sebaiknya aku diam.
Tidak nyinyir kesana kemari.
Mengatakan yang tak terkatakan.
Diam adalah solusi.

Ketika kata-kata hanya memperkeruh air yang sudah tenang.
Sehingga kehilangan kejernihannya.
Maka sejenak menarik diri.
Memikirkan langkah terbaik dalam hening.
Hiruk pikuk, silahkan kau nikmati sepuasnya.
Aku pergi dulu…………………………………..

Aku yang hampar...........
Aku yang tersungkur...........
Aku yang terbelangkai.........
aku yang mati................suri dalam diri sepi.......tanpa nyanyi atau riang irama, maupun bau melati..................

Syair Kerinduan Sang Pecinta


buat kamu yang belum aku kenal, namun terasa ada dimataku yang tidak sipit


Engkau Kesejatian
Bangunkan aku dari mimpi
Yang menggetar pusat jiwa
Meluap darah menembus sukma
Jangan biarkan aku mati karena bahagia
Sebab aromamu adalah tangisan kepedihan
Akan kerinduan manusia yang berharap sepanjang masa
Engkau Keniscayaan
Kegembiraanku tak terucap dengan kata
Hidup rasa haru biru
Ketika kalbumu menembus relung-relung yang tak terjangkau
Dalam palung hidup tanpa dasar
Engkau yang….kucinta…..
Tidakkah kau tahu kekeluan karena cinta yang dahsyat
Adalah sumber kegilaan para pujangga ?
Jangan memelukku dalam mimpi-mimpi,
Jangan menciumku dalam kemayaan,
Jangan ucapkan sayang dalam jarak yang tiada batas
Tapi sentuhlah dengan kelembutankulitku yang hendak binasa
Untuk merayakan keabadian cintamu yang murni
Dalam detik dilingkup pesona nyata alam kepastian
Karena aku takut semua ini tiada
Semua ini hanyalah proyeksi batin yang kesepian
Berpetualang mencari keindahan dan kesemarakan pulau utopia yang tak pernah ada
Pernahkah Engkau bertanya apa itu cinta ?
Mengapa ada cinta ?
Darimana cinta?
Mengapa engkau mencinta ?
Dan
Mengapa engkau ingin dicinta ?
Mengapa aku menjadi pecintamu seakan engkau pasangan jiwa yang pernah hilang dalam kekelaman perjalanan di negeri tak terdefinisi beratus abad yang silam ?
Aku tak sanggup memikirkan semua pertanyaan itu
Karena ini adalah sebuah misteri keabadian
Yang ditulis dengan huruf-huruf klasik sang penggagas agung
Sumber kecerdasan dari semua yang ada
Apakah kau yakin jagad raya itu punya batas
Atau
Kau lebih yakin jagad raya tak berbatas ?
Mana yang kau pilih
Bisakah kau membuktikannya
Apakah kau bisa memberikan data dan fakta yang obyektif
Mengenai keterbatasan jagad raya
Apapun pilihanmu semua berdasr kepada keyakinanmu sendiri
Demikian juga dengan cinta
Siapa bisa memastikan
Siapa bisa menjelaskan
Siapa bisa memberikan data absolut
Apakah cinta kita sesemarak percikan kembang api dalam hitungan detik
Atau
Apakah cinta kita selembut spoi yang menjelajah
Di setiap celah-celah istana tak terambah
Dalam dimensi kekekalan
Hingga yang ada tiada dan yang tiada kembali ada
Semua itu hanya keyakinan
Keyakinan membawamu kepada kebenaran sejati
Yang tak terungkap oleh bahasamu
Keyakinan berkuasa untuk menciptakan, untuk membangun, untuk meruntuhkan, untuk menghancurkan
Dimana keyakinanmu ?
Apakah kau yakin akan keabadian cinta, akan kesetiaan, akan kejujuran,
Akan masa depan dalam Tuhan, akan kesederhanaan, Akan keindahan batin yang tersirat melebihi segala apa yang nampak, akan kemurahan kepada sesama, dan akan persahabatan dengan dengan alam semesta
Maukah kau kudekap dalam kedamaian keyakinan-keyakinan itu
Dan tak pernah kulepas lagi dalam kekelaman perjalanan tiada akhir atas segala keinginan srakah manusia
Biarlah cintamu mendamaikan kerinduanku
Selalu

Sabtu, 21 Februari 2009

Dalam Diamku Ada Rindu



Menguraikan bait demi bait...
Lalu bebas masuk dalam cintamu yanpa tanya dan ragu lagi..
Untuk apa ku ingkari nurani...
Kebersamaan dan kedekatan yang kita jalan...
Telah menumbuhkan binar-binar rindu stiap kita tak bertemu...
Apa yang tersisa dari perjalanan kita selama ini..??
Selain kangen dan rindu yang terus berontak dari kedalamanya...
Aku tersudut seorang diri,
Kupandangi langit yang luas tak terbatas...
Kuraba hati kembali,
Mengukur kangen dan rindu yang hinggap...
Untukmu...

Dengan puisi....

Dengan puisi....
Dengan puisi aku bernyanyi sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta berbatas cakrawala

Dengan puisi aku mengenang keabadian yang akan datang
Dengan puisi aku menangis jarum waktu bila kejar mengiri

Dengan puisi aku memutih nafas jalan yang busuk
Dengan puisi aku berdoa perkenankanlah kiranya
Aduuh hari gini kok masih sempet-sempetnya ngomongin cinta?
Tapi cinta khan nggak kenal perang, nggak kenal panas, nggak kenal hujan,

nggak kenal badai, apalagi cuma badai reformasi!
Puisi cinta di sini banyak sekali bentuknya, cinta kepada Allah, cinta kepada orangtua,
cinta kepada adik-kakak, cinta kepada kekasih, cinta kepada negeri,
pokoknya segala macem cinta yang pernah kita rasain deh... !!
Nah, buat siapa aja yang seneng nulis puisi cinta, dan pengen ikutan nyumbang
di halaman ini, kamu kirim aja ke emailku, puisinya terserah mau diambil
dari mana, asal ditulis jelas pengarangnya siapa, syukur-syukur kalau ngarang
sendiri, wah... lebih berarti tuh biasanya...!!

apa kabarmu





Selasa, 10 Februari 2009

SELAMAT HARI PERS NASIONAL


Buat kawan kawan para pengabdi pada semua informasi dan menyebarkannya, saya uacapkan SELAMAT HARI PERS NASIONAL tahun 2009, terutama bagi para rtekan rekan saya Stringer, yang telah menggeluti dunia jurnalistik, tanpa memperhitungkan resiko, dan penghasilan yang hanya tidak cukup untuk kakus, buat semua penyebar informasi berdasarkan kode etik dan undang2 pokok pers, pegang teguh terus kekuatan etika dalam mencari informasi....................

dan saya berharap!! mari kita habisi para Wartawan Bodrek, yang telah menghilangkan jejak dan jauh dari etika seorang jurnalis.

saya katakan bagi para mereka yang mengaku wartawan, namun tidak dapat menulis berita, tidak punya etika dalam menggali berita dan informasi, mereka adalah wartawan bodrek, yang menjadikan informasi menjadi uang!!!

mereka wartawan bodrek tersebut, bukan untuk kita hindari, akan tetapi perlu kita habisi sesuai prsedur hukum. kita tangkap lalu kita serahkan ke polisi.

dan Untuk para rekan rekan Stringer dimanapun anda berada, perjuangan anda luar biasa di bandingkan wartawan resmi dan punya ikatan dengan perusahaan media. anada tidak mempunyai indentitas, namun rekan rekan teap teguh melakukan kegiatan jurnalis seuai moral dan etika, dibanding banyak oknum, yang punya indentitas, namun tak punya moral dalam mencari berita.

semoga para Jurnalis Stringer selalu dapat memningkatykan kualitas dalam membangun duania jurnalistik yang independen dan profesional.

BUAT KAWAN JURNALIS


JURNALISME

Jurnalisme adalah bidang disiplin dalam mengumpulkan, memastikan, melaporkan, dan menganalisis informasi yang dikumpulkan mengenai kejadian sekarang, termasuk tren, masalah, dan tokoh. Orang yang mempraktekkan kegiatan jurnalistik disebut jurnalis atau wartawan.

Di Indonesia, istilah ini dulu dikenal dengan publisistik. Dua istilah ini tadinya biasa dipertukarkan, hanya berbeda asalnya. Beberapa kampus di Indonesia sempat menggunakannya karena berkiblat kepada Eropa. Seiring waktu, istilah jurnalistik muncul dari Amerika Serikat dan menggantikan publisistik dengan jurnalistik. Publisistik juga digunakan untuk membahas Ilmu Komunikasi.


AKTIVITAS

Jurnalisme dapat dikatakan "coretan pertama dalam sejarah". Meskipun berita seringkali ditulis dalam batas waktu terakhir, tetapi biasanya disunting sebelum diterbitkan.

Jurnalis seringkali berinteraksi dengan sumber yang kadangkala melibatkan konfidensialitas. Banyak pemerintahan Barat menjamin kebebasan dalam pers.

Aktivitas utama dalam jurnalisme adalah pelaporan kejadian dengan menyatakan siapa, apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana (dalam bahasa Inggris dikenal dengan 5W+1H) dan juga menjelaskan kepentingan dan akibat dari kejadian atau trend. Jurnalisme meliputi beberapa media: koran, televisi, radio, majalah dan internet sebagai pendatang baru.

SEJARAH

Pada awalnya, komunikasi antar manusia sangat bergantung pada komunikasi dari mulut ke mulut. Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg.

Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan jurnalisme sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang Timur, Bintang Barat, Java Bode, Medan Prijaji, dan Java Bode terbit.

Pada masa pendudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, koran-koran ini dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Asia Raja, Tjahaja, Sinar Baru, Sinar Matahari, dan Suara Asia.

Kemerdekaan Indonesia membawa berkah bagi jurnalisme. Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asian Games IV, pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun 1962 inilah Televisi Republik Indonesia muncul dengan teknologi layar hitam putih.

Masa kekuasaan presiden Soeharto, banyak terjadi pembreidelan media massa. Kasus Harian Indonesia Raya dan Majalah Tempo merupakan dua contoh kentara dalam sensor kekuasaan ini. Kontrol ini dipegang melalui Departemen Penerangan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hal inilah yang kemudian memunculkan Aliansi Jurnalis Indepen yang mendeklarasikan diri di Wisma Tempo Sirna Galih, Jawa Barat. Beberapa aktivisnya dimasukkan ke penjara.

Titik kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie menggantikan Soeharto. Banyak media massa yang muncul kemudian dan PWI tidak lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi.

Kegiatan jurnalisme diatur dengan Undang-Undang Penyiaran dan Kode Etik Jurnalistik yang dikeluarkan Dewan Pers